Kamis, 06 April 2017

Kiat-Kiat Menghafal Al-Qur-an

Alhamdulillahiladzi arsala rosullahu bilhuda wadinilhaq liyudhirohu 'ala ddini kulih wakafa billahi syahida. Asyahaduanla ilaa hailalloh wah dahulaa syarikalah wa asyhaduanna muhammadan 'abduhu warrosuluh lanabiya ba'dah ammaba'du.

Segala Puji hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala. Sholawat dan salam semoga senantiasa di limpahkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam, kepada keluarga, dan kepada para sahabatnya.

Sahabat sekalian yang dirahmati dan dimuliakan Allah Subhanahu wa ta'ala dahulu menghafalkan al-Qur-an dalam pandangan ulama merupakan hal pokok. Dengannya mereka memulai menuntut ilmu. Karena itulah mereka tidak pernah ragu memulai menghafal al-Qur-an. Hafalannya menjadi ciri khas yang tampak di masyarakat ulama dan penuntut ilmu. Sebagian salaf ada yang menganggap aib karena tidak menghafal al-Qur-an. Diantara buktinya adalah apa yang diungkapkan Ibnu Hajar tentang biografi 'Utsman bin Muhammad bin Abi Syaibah, "dia adalah tsiqah, seorang hafizh yang terkenal, tetapi dia memiliki auham (sejumlah kesalahan) dan dikatakan dia tidak hafal Al-Qur-an." Taqriibut Tahdziib (I/664, no. 4529).

Sesungguhnya menghafal Al-Qur-an bukan sebah kewajiban atas seorang penuntut ilmu, tetapi hafalannya adalah kunci menuju jalan dan pemahaman. hendaklah seorang penuntut ilmu mengetahui bahwa menghafalkan Al-Qur-an dan mengamalkannya dapat menambah ketinggian derajat.
Rasulullah Shalallahu'alaihi wa salam bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mengangkat (derajat) beberapa kaum dengan Al-Qur-an dan merendahkan yang lainnya dengan Al-Qur-an." Shahih: HR. Muslim (no. 817), dari shahabat Umar bin Khathab ra.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu seorang penuntut ilmu dalam menghafal Al-Qur-an :
1. Berdo'a kepada Allah Subhaanahuwata'aalaa dengan ikhlas agar diberikan kemudahan dalam menghafal Al-Qur-an. Dan hendaklah menghafal Al-Qur-an dilakukan dengan ikhlas semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah Ta'ala.
2. Memperdengarkan semampunya ayat-ayat yang telah dihafalnya kepada seorang Qari' yang baik dan bacaan dan hafalannya.
3. Mengulang-ulang ayat yang telah dihafal secara terjadwal dan berusaha untuk disiplin.
4. Mengunakan satu mushaf Al-Qur-an agar dapat menguatkan hafalan.
5. Mengulang-ulang ayat yang di hafal sepuluh kali/dua pluh kali - boleh juga lebih - dengan berdiri, duduk dan berjalan kaki.
6. Membaca ayat-ayat yang baru di hafalkakan dalam shalat karena dapat lebih menuatkan dan melekatkan hafalan.
7. Membaca terjemah dan tafsir ayat yang telah dihafalkan.
8. Menjauhi dosa dan maksiat.
     Imam Adh-Dhahak mengatakan, tidaklah seseorang mempelajari Al-Qu-an kemudian ia lupa, melainkan di sebabkan dosa." Beliau lalu membaca firman Allah Subhanahu wa ta'ala, "dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan - kesalahanmu)." (QS. Asy-Syuura: 30)
kemudian beliau melanjutkan, "musibah apakah yang lebih besar daripada melupakan Al-Qur-An?" (Mukhtashar Qiyyamul lail (hlm. 162)
9. Menentukan jadwal yang teratur untuk menentukan batas hafalan harian (apa yang di hafal setiap hari). diusahakan untuk tidak menyelisihi aturan atau mengubahnya, kecuali karena hal - hal yang darurat untuk dilakukan.
10. Hendaknya ayat yang di hafal sedikit setiap hari agar lebih melekat.

      Bagi yang sudah hafal beberapa juz Al- Qur-an atau yang sudah hafal 30 juz, hendaklah ia selalu muraja'ah (mengulang-ulang) hafalannya dan menjaganya dengan baik karenaAl-Qur-an lebih cepat hilangnya daripada unta yang diikat. Rasululah Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, "bacalah selalu Al-Qur-an ini. Demi Allah Yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh, Al-Qur-an itu lebih mudah lepas daripada seekor unta dalam ikatannya." Shahih HR Bukhari (no. 5033) dan Muslim (no. 791).

Semoga bermanfaat sahabat sekalian... "sampaikanlah dariku walau hanya sebuah ayat".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar